Isnin, 29 November 2010

Hukum Menikah Dengan Jin

Masalah ini pernah dibahas oleh Imam Syibli Hanafi (769 h) dalam bukunya “Aakamul Marjan” dan Dumairi dalam kitabnya “Hayatul Hayawan al-Kubra”. Pembahasan meliputi permasalahan mungkinkah manusia menikah dengan jin? dan bolehkah bila itu terjadi.

Kemungkinanya, Kebanyakan ulama mengatakan mungkin dengan dalil firman Allah kepada iblis “berserikatlah dengan mereka (manusia) dalam harta dan anak-anak mereka” (Isra’ : 64). Hadist Rasulullah memperkuat ini “Barang siapa mengumpuli isterinya dengan tanpa membaca basmalah, maka syetan akan ikut andil bersamanya” (Ibnu Jarir dalam Tahdzibul Atsar).

Pendapat yang mengatakan tidak mungkin beralasan karena manusia diciptakan dari bumi, sedangkan jin dari api, kedua unsur ini tidak akan bisa berkumpul. Namun ini ditentang bahwa itu pada mulanya, tapi sekarang unsur tersebut sudah tidak ada lagi pada manusia dan jin. Alasan kedua, tidak mungkin ada hubungan sex antar kedua mahluk ini, karena bagaimana bisa terjadi sperma manusia mengalami proses pembuahan dalam rahim jin atau sebaliknya. Ini juga ditentang bahwa pernikahan sepasang manusia yang sama sekali tidak mungkin berhubungan seksual juga diperbolehkan.

Buku tersebut selanjutnya menceritakan kisah-kisah terjadinya pernikahan antara manusia dan jin. Saya sendiri (penulis) belum pernah mendengar sendiri seorang yang menikah dengan jin. Hukumnya menurut syariat Islam: Para ulama berbeda pendapat. Pertama mengatakan tidak boleh dikatakan oleh ulama Hanbali, seperti termaktub dalam fatawa Sirajiyah. Dalilnya firman Allah “Dan Allah telah menjadikan untuk kalian dari diri kalian isteri-isteri” (an-Nahl : 72). Dan ayat “Dan di antara tanda-tanda kebesarannya, Allah menciptakan untuk kamu sekalian dari jenismu isteri-isteri agar kalian bisa tenteram dan dijadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang” (ar-Rum:21).

Ayat-ayat ini jelas bahwa dalam pernikahan dengan jin tidak menyimpan tujuan di atas dan perbedaan alam menghalangi terwujudnya hubungan pernikahan yang sempurna. Pendapat kedua dari Hasan Basri dan Qatadah mengatakan boleh. Ayat tersebut menurutnya, tidak menyatakan jelas keharaman nikah antara manusia dan jin, toh agama diturunkan untuk kedua mahluk tersebut.

Namun pendapat yang mengatakan boleh tetap mengatakan bahwa pernikahan antara manusia dan jin hukumnya makruh, karena permasalahan yang mungkin timbul akibat pernikahan ini sulit menyelesaikannya secara hukum. Misalnya tercadai gugat cerai atau masalah nafkah, sulit diselesaikan secara hukum. Imam Malik pernah ditanyai : Seorang lelaki dari bangsa jin ingin menikahi perempuan muslimah? Beliau bilang “Saya melihat ini boleh-boleh saja secara agama, tapi saya sangat tidak suka melihat wanita hamil, kemudian ketika ditanyai siapa suamimu, lalu ia bilang “jin”. Lama-lama para pelaku hamil di luar nikah pun akan mengatakan hal yang sama, hingga banyak kerusakan dalam Islam. Madzhab Maliki tetap mengatakan boleh disertai makruh hukumnya lelaki manusia menikah dengan jin perempuan. Wallahu a’lam bissowab

Wassalam Muhammad Niam

Dari Fatawa Azhariyah, Syeh Atiyah Saqr, 1997.

http://jalanakhirat.wordpress.com/2010/11/28/hukum-menikah-dengan-jin/



Jumaat, 19 November 2010

Hikmah Musibah, Bala Bencana dan Ujian Allah


Ada baiknya dalam situasi sekarang ini kita memuhasabah diri kita sendiri dan melihat ujian Allah SWT ini dengan pandangan basirah(mata hati) kita.

17 faedah ini disebut dalam risalah al-Fitan wal-Balaya wal-Mihan wal-Razaya, atau Fawa'id al-Balwa wal-Mihan oleh Imam 'Izzuddin bin 'Abdis Salam (m.660H), tokoh ulama besar dalam abad ke-7 hijrah, yang terkenal dengan gelaran Sultan al-'Ulama'. Saya nyatakan keseluruhannya secara ringkas dengan sedikit olahan daripada saya, penulis yang da'if ini.

Semua musibah, bala bencana dan ujian Allah SWT yang menimpa kita ini sebenarnya mengandungi hikmah dan rahsia di sebaliknya. Ia merupakan faedah dan manfaat yang besar bagi umat Islam secara khususnya. Antara hikmah atau faedahnya ialah;

1- Dapat mengenal keagungan dan kekuasaan rububiyyah(ketuhanan) Allah SWT.

2- Dapat menyedari akan kehinaan dan kekurangan 'ubudiyyah(perhambaan) manusia sebagai hamba-Nya.

3- Dapat mengikhlaskan diri kepada Allah SWT, kerana Dia-lah sahaja yang dapat menariknya kembali.

4- Dapat kembali semula kepada Allah SWT dan memberi tumpuan terhadap-Nya.

5- Dapat merasa rendah diri, dan berdoa mengharap kepada-Nya.

6- Dapat mendidik diri bersifat lemah lembut dan tidak lekas marahterhadap orang yang fitnah/musibah tersebut datang daripadanya, atau yang menyebabkannya. Ini kerana keyakinan kita kepada qadha' dan qadar Allah SWT.

7- Dapat mendidik diri memaafkan orang yang membawa fitnah/musibah tersebut, atau yang menyebabkannya.

8- Dapat mendidik sifat sabar dalam menghadapi musibah tersebut.

9- Dapat mendidik rasa gembira dengan musibah tersebut kerana faedah-faedah serta ganjaran-ganjaran pahala yang disediakan oleh Allah SWT.

10- Dapat mendidik rasa syukur ke atas musibah tersebut kerana mengandungi faedah-faedah berkenaan.

11- Dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan.

12- Dapat menimbulkan rasa kasihan dan simpati terhadap orang yang ditimpa bala bencana, dan dapat membantu kesusahan mereka.

13- Dapat mengenal dan menghargai nikmat keafiatan dan kesihatan, serta mensyukurinya.

14- Dapat memperoleh ganjaran yang disediakan oleh Allah SWT ke atas faedah-faedah yang tersebut di sini di akhirat kelak nanti.

15- Ia mengandungi faedah-faedah atau hikmah-hikmah yang tersembunyi, yang kadangkala nampak zahirnya negatif tetapi sebenarnya positif, atau pada zahirnya tidak kita sukai tetapi sebenarnya lebih baik untuk kita.

16- Dapat menegah diri kita dari sifat-sifat yang buruk, sombong, bangga diri, riya', takabbur dan seumpamanya.

17- Dapat mendidik sifat redha yang membawa kepada keredhaan Allah SWT.

Wallahu a'lam.






MENAKJUBKAN...Inilah kekuasaan Allah. Ketika Banda Aceh hancur berkecai akibat terjahan tsunami 26 Disember lalu, yang tinggal hanya tiga binaan yang masih teguh di pantai Syiah Kuala iaitu surau (tengah), tempat mengambil wuduk (kiri) dan pondok tempat mengaji yang berdindingkan papan dan beratapkan zink lebih kurang 100 meter dari pantai.(kanan).
Foto Wan Zahari.




ASMA AL HUSNA




Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sampaikanlah pesanKu biarpun satu ayat..."

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk syurga." Sahih Bukhari.

1. Allah
2. Ar-Rahman - Maha Pemurah
3. Ar-Rahim - Maha Penyayang
4. Al-Malik - Maha Merajai/Pemerintah
5. Al-Quddus - Maha Suci
6. As-Salam - Maha Penyelamat
7. Al-Mu'min - Maha Pengaman
8. Al-Muhaymin - Maha Pelindung/Penjaga
9. Al-^Aziz - Maha Mulia/Perkasa
10. Al-Jabbar - Maha Pemaksa
11. Al-Mutakabbir - Maha Besar
12. Al-Khaliq - Maha Pencipta
13. Al-Bari' - Maha Perancang
14. Al-Musawwir - Maha Menjadikan Rupa Bentuk
15. Al-Ghaffar - Maha Pengampun
16. Al-Qahhar - Maha Menundukkan
17. Al-Wahhab - Maha Pemberi
18. Ar-Razzaq - Maha Pemberi Rezeki
19. Al-Fattah - Maha Pembuka
20. Al-^Alim - Maha Mengetahui
21. Al-Qabid - Maha Penyempit Hidup
22. Al-Basit - Maha Pelapang Hidup
23. Al-Khafid - Maha Penghina
24. Ar-Rafi^ - Maha Tinggi
25. Al-Mu^iz - Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan
26. Al-Muthil - Maha Merendahkan
27. As-Sami^ - Maha Mendengar
28. Al-Basir - Maha Melihat
29. Al-Hakam - Maha Menghukum
30. Al-^Adl - Maha Adil
31. Al-Latif - Maha Halusi
32. Al-Khabir - Maha Waspada
33. Al-Halim - Maha Penyantun
34. Al-^Azim - Maha Agong
35. Al-Ghafur - Maha Pengampun
36. Ash-Shakur - Maha Pengampun
37. Al-^Aliyy - Maha Tinggi Martabat-Nya
38. Al-Kabir - Maha Besar
39. Al-Hafiz - Maha Pelindung
40. Al-Muqit - Maha Pemberi Keperluan
41. Al-Hasib - Maha Mencukupi
42. Aj-Jalil - Maha Luhur
43. Al-Karim - Maha Mulia
44. Ar-Raqib - Maha Pengawas
45. Al-Mujib - Maha Mengabulkan
46. Al-Wasi^ - Maha Luas Pemberian-Nya
47. Al-Hakim - Maha Bijaksana
48. Al-Wadud - Maha Pencinta
49. Al-Majid - Maha Mulia
50. Al-Ba^ith - Maha Membangkitkan
51. Ash-Shahid - Maha Menyaksikan
52. Al-Haqq - Maha Benar
53. Al-Wakil - Maha Berserah
54. Al-Qawiyy - Maha Memiliki Kekuatan
55. Al-Matin - Maha Sempurna Kekuatan-Nya
56. Al-Waliyy - Maha Melinuingi
57. Al-Hamid - Maha Terpuji
58. Al-Muhsi - Maha Menghitung
59. Al-Mubdi' - Maha Memulai/Pemula
60. Al-Mu^id - Maha Mengembalikan
61. Al-Muhyi - Maha Menghidupkan
62. Al-Mumit - Maha Mematikan
63. Al-Hayy - Maha Hidup
64. Al-Qayyum - Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya
65. Al-Wajid - Maha Menemukan
66. Al-Majid - Maha Mulia
67. Al-Wahid - Maha Esa
68. As-Samad - Maha Diminta
69. Al-Qadir - Maha Kuasa
70. Al-Muqtadir - Maha Menentukan
71. Al-Muqaddim - Maha Mendahulukan
72. Al-Mu'akhkhir - Maha Melambat-lambatkan
73. Al-'Awwal - Maha Pemulaan
74. Al-'Akhir - Maha Penghabisan
75. Az-Zahir - Maha Menyatakan
76. Al-Batin - Maha Tersembunyi
77. Al-Wali - Maha Menguasai Urusan
78. Al-Muta^ali - Maha Suci/Tinggi
79. Al-Barr - Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan)
80. At-Tawwab - Maha Penerima Taubat
81. Al-Muntaqim - Maha Penyiksa
82. Al-^Afuww - Maha Pemaaf
83. Ar-Ra'uf - Maha Mengasihi
84. Malik Al-Mulk - Maha Pemilik Kekuasaan
85. Thul-Jalali wal-Ikram - Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit - Maha Mengadili
87. Aj-Jami^ - Maha Mengumpulkan
88. Al-Ghaniyy - Maha Kaya Raya
89. Al-Mughni - Maha Penberi Kekayaan
90. Al-Mani^ - Maha Membela/Menolak
91. Ad-Darr - Maha Pembuat Bahaya
92. An-Nafi^ - Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nur - Maha Pemberi Cahaya
94. Al-Hadi - Maha Pemberi Petunjuk
95. Al-Badi^ - Maha Indah/Tiada Bandingan
96. Al-Baqi - Maha Kekal
97. Al-Warith - Maha Membahagi/Mewarisi
98. Ar-Rashid - Maha Pandai/Bijaksana
99. As-Sabur - Maha Penyabar

(fadhilat ini dipetik dari tajuk buku Khasiat Asmaul-Husna & Himpunan Ayat-Ayat Al-Quran, susunan : Abu Nur Husnina, keluaran Pustaka Ilmi).

1. "Ya Allah!" apabila dizikirkan 500 x setiap malam, lebih-lebih lagi selepas solat tahajjud atau solat sunat 2 rakaat mempunyai pengaruh yang besar di dalam mencapai segala yang dihajati.

2. "Ya Rahman!" apabila dizikirkan sesudah solat 5 waktu sebanyak 500x, maka hati kita akan menjadi terang, tenang & sifat-sifat pelupa & gugup akan hilang dengan izin Allah.

3. "Ya Rahim!" apabila dizikirkan sebanyak 100 x setiap hari, InsyaAllah kita akan mempunyai daya penarik yang besar sekali hingga manusia merasa cinta & kasih serta sayang terhadap kita.

4. "Ya Malik!" apabila dizikirkan sebanyak 121 x setiap pagi atau setelah tergelincirnya matahari, segala perkerjaan yang dilakukan setiap hari akan mendatangkan berkat & kekayaan yang diredhai Allah.

5. "Ya Quddus!" apabila dizikirkan sebanyak 100 x setiap pagi setelah tergelincir matahari,maka hati kita akan terjaga dari semua penyakit hati seperti sombong, iri hari, dengki dll.

6. "Ya Salam!" apabila dizikirkan sebanyak 136 x, InsyaAllah jasmani & rohani kita akan terhindar dari segala penyakit sehingga badan menjadi segar sihat & sejahtera.

7. "Ya Mukmin!" apabila dizikirkan sebanyak 236 x, InsyaAllah diri kita, keluarga & segala kekayaan yang dimiliki akan terpelihara & aman dari segala macam gangguan yang merosakkan.

8. "Ya Muhaimin!" apabila dizikirkan sebanyak 145 x sesudah solat fardhu Isyak, Insyaallah fikiran & hati kita akan menjadi terang & bersih.

9. "Ya 'Aziz!" apabila dizikirkan sebanyak 40 x sesudah solat subuh, InsyaAllah, kita akan menjadi orang yang mulia, disegani orang kerana penuh kewibawaan.

10."Ya Jabbar!" apabila dizikirkan sebanyak 226 x pagi & petang, semua musuh akan menjadi tunduk & patuh dengan izin Allah.

11. "Ya Mutakabbir!" apabila dizikirkan sebanyak 662 x, maka dengan kebijaksanaan bertindak, kita akan dapat menundukkan semua musuh, bahkan mereka akan menjadi pembantu yg setia.

12."Ya Khaliq!" dibaca mengikut kemampuan atau sebanyak 731x, InsyaAllah yang ingin otak cerdas, cepat menerima sesuatu pelajaran , amalan ini akan memberikan otak kita cerdas dan cepat tangkap (faham).

13."Ya Baarii'!" sekiranya kita berada didalam kesukaran atau sedang sakit, dibaca sebanyak 100 x selama 7 hari berturut-turut, InsyaAllah kita akan terlepas dari kesukaran & sembuh dari penyakit tersebut.

14."Ya Musawwir!" sekiranya seorang isteri yang sudah lama belum mempunyai anak, maka cubalah ikhtiar ini dengan berpuasa selama 7 hari dari hari Ahad hingga Sabtu. Di waktu hendak berbuka puasa, ambil segelas air & dibacakan "Ya Musawwir" sebanyak 21 x, kemudian diminum air tersebut untuk berbuka puasa. Bagi sang suami, hendaklah berbuat perkara yang sama tetapi hanya dengan berpuasa selama 3 hari. Kemudian pada waktu hendak berjimak, bacalah zikir ini sebanyak 10 x, InsyaAllah akan dikurniakan anak yang soleh.

15."Ya Ghaffaar!" sambil beri'tikaf (diam dalam masjid dalam keadaan suci) bacalah zikir ini sebanyak 100 x sambil menunggu masuknya waktu solat Jumaat, InsyaAllah akan diampunkan dosa-dosa kita.

16."Ya Qahhaar!" dizikir menurut kemampuan atau sebanyak 306 x, maka hati kita akan dijaga dari ketamakkan & kemewahan dunia & InsyaAllah orang-orang yang selalu memusuhi kita akan sedar & tunduk akhirnya.

17. "Ya Wahhaab!" dizikir sebanyak 100 x sesudah solat fardhu, barang siapa yang selalu didalam kesempitan, Insya Allah segala kesulitan atau kesempitan dalam soal apa pun akan hilang.

18. "Ya Razzaq!" dizikir mengikut kemampuan sesudah solat fardhu khususnya solat subuh, Insya Allah akan dipermudahkan rezeki yang halal & membawa berkat. Rezeki akan datang tanpa diduga!! tetapi perlulah dilakukan dengan ikhtiar yang zahir.

19. "Ya Fattah!" dizikir sebanyak 71 x sesudah selesai solat subuh, InsyAllah hati kita akan dibuka oleh Allah, sehingga mudah menerima nasihat agama.

20. "Ya 'Aalim!" dizikir sebanyak 100 x setiap kali selesai solat Maktubah, Insya Allah akan mendapat kemakrifatan yang sempurna.

21. "Ya Qaabidhu!" dizikirkan 100 x setiap hari, maka dirinya akan semakin dekat dengan Allah & terlepas dari segala bentuk ancaman.

22. "Ya Baasithu!" Bagi mereka yg berniaga atau mempunyai usaha2 lain, kuatkanlah usaha & berniaga itu dengan memperbanyakkan membaca zikir ini setiap hari, InsyaAllah rezeki akan menjadi murah.

23. "Ya Khaa'fidh!" dizikirkan sebanyak 500 x setiap hari, dalam keadaan suci, khusyuk & tawaduk, InsyaAllah segala maksud akan ditunaikan Allah. Juga apabila mempunyai musuh, musuh itu akan jatuh martabatnya.

24. "Ya Raafi!" dizikirkan setiap hari, baik siang atau malam sebanyak 70 x, InsyaAllah keselamatan harta benda di rumah, di kedai atau di tempat-tempat lain akan selamat & terhindar dari kecurian.

25. "Ya Mu'izz!" dizikirkan sebanyak 140 x setiap hari, Insya Allah akan memperolehi kewibawaan yang besar terutama ketua-ketua jabatan atau perniagaan.

26. "Ya Muzill!" Perbanyakkanlah zikir ini setiap hari, sekiranya ada orang berhutang kepada kita & sukar untuk memintanya, InsyaAllah si penghutang akan sedar & membayar hutangnya kembali.

27. "Ya Samii'!" Sekiranya inginkan doa kita makbul & pendengaran telinga kita tajam, biasakanlah zikir ini setiap hari menurut kemampuan, lebih-lebih lagi sesudah solah Dhuha, InsyaAllah doa akan mustajab.

28. "Ya Bashiir!" Dizikirkan sebanyak 100 x sebelum solat Jumaat, InsyaAllah akan menjadikan kita terang hati, cerdas otak & selalu diberikan taufik & hidayah dari Allah.

29. "Ya Hakam!" dizikirkan sebanyak 68 x pada tengah malam dalam keadaan suci, InsyaAllah dapat membuka hati seseorang itu mudah menerima ilmu-ilmu agama & membantu kecepatan mempelajari ilmu-ilmu agama.

30. "Ya Adllu!" dizikirkan sebanyak 104 x setiap hari sesudah selesai solat 5 waktu, InsyaAllah diri kita selalu dapat berlaku adil.

31. "Ya Lathiif!" Dengan memperbanyakkan zikir ini mengikut kemampuan, InsyaAllah bagi para peniaga, ikhtiar ini akan menjadikan barangan jualannya menjadi laris & maju.

32. "Ya Khabiir!" Dengan memperbanyakkan zikir ini setiap hari, terkandung faedah yang teramat banyak sekali sesuai dengan maksud zikir ini antara lain faedahnya ialah dapat bertemu dengan teman atau anak yang telah terpisah sekian lama.

33. "Ya Haliim!" Dizikirkan sebanyak 88 x selepas solat lima waktu, bagi mereka yang mempunyai kedudukan di dalam pemerintahan, syarikat atau apa saja, InsyaAllah dipastikan kedudukannya tidak akan dicabar atau diungkit-ungkit atau tergugat.

34. "Ya 'Aziim!" dizikirkan sebanyak 12 x setiap hari untuk orang yang sekian lama menderitai sakit, InsyaAllah akan sembuh. Juga apabila dibaca 12 x kemudian ditiupkan pada tangan lalu diusap-usap pada seluruh badan, maka dengan izin Allah akan terhindar dari gangguan jin, jin syaitan & sebagainya.

35. "Ya Ghafuur!" bagi orang yang bertaubat, hendaklah memperbanyakkan zikir ini dengan mengakui dosa-dosa & beriktikad untuk tidak mengulanginya, InsyaAllah akan diterima taubatnya oleh Allah.

36. "Ya Syakuur!" dizikirkan sebanyak 40 x sehabis solat hajat, sebagai pengucapan terima kasih kepada Allah, InsyaAllah semua hajat kita akan dimakbulkan Allah. Lakukanlah setiap kali kita mempunyai hajat yang penting & terdesak.

37. "Ya 'Aliy!" Untuk mencerdaskan otak anak kita yang bebal, tulislah zikir ini sebanyak 110 x (** di dalam bahasa Arab bukan Bahasa Malaysia!!) lalu direndam pada air yang dingin & diberikan si anak meminumnya, InsyaAllah lama kelamaan otak si anak itu akan berubah cemerlang & tidak dungu lagi. InsyaAllah mujarab.

38. "Ya Kabiir!" Bagi seseorang yang kedudukannya telah dirampas atau dilucut gara-gara sesuatu fitnah, maka bacalah zikir ini sebanyak 1,000 x selama 7 hari berturut-turut dalam keadaan suci sebagai pengaduan kepada Allah. Lakukanlah sesudah solat malam (tahajud atau hajat).

39. "Ya Hafiiz!" dizikir sebanyak 99 x, InsyaAllah diri kita akan terlindung dari gangguan binatang buas terutamanya apabila kita berada di dalam hutan.

40. "Ya Muqiit!" Sekiranya kita berada di dalam kelaparan seperti ketika sesat di dalam hutan atau di mana sahaja sehingga sukar untuk mendapatkan bekalan makanan, maka perbanyakkan zikir ini. InsyaAllah badan kita akan menjadi kuat & segar kerana rasa lapar akan hilang.

41. "Ya Hasiib!" Untuk memperteguhkan kedudukan yang telah kita jawat, amalkan zikir ini sebanyak 777 x sebelum matahari terbit & selepas solat Maghrib, InsyaAllah akan meneguhkan kedudukan kita tanpa sebarang gangguan.

42. "Ya Jaliil!" Barangsiapa mengamalkan zikir ini pada sepertiga malam yang terakhir,
InsyaAllah kita akan mendapati perubahaan yang mengkagumkan - perniagaan akan bertambah maju. Andai seorang pegawai, maka tanpa disedari kedudukan kita akan lebih tinggi dan terhormat & begitulah seterusnya dengan izin Allah.

43. "Ya Kariim!" Untuk mencapai darjat yang tinggi & mulia di dunia mahupun di akhirat kelak, maka amalkan zikir ini sebanyak 280 x ketika hendak masuk tidur. Nescaya Allah akan mengangkat darjat mereka yang mengamalkan zikir ini.

44. "Ya Raqiib!" Bagi meminta pertolongan kepada Allah terhadap penjagaan barang yang dikhuatirkan, maka zikirkan sebanyak 50 x setiap hari dengan niat agar barang-barang yang dikhuatirkan yang berada di tempat yang jauh & sukar dijaga terhindar dari sebarang kecurian mahupun gangguan lainnya. Bertawakkal & yakinlah kepada Allah. InsyaAllah....

45. "Ya Mujiib!" Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menerima doa hambaNya & agar doa kita mustajab & selalu diterima Allah, hendaklah mengamalkan zikir ini sebanyak 55 x sesudah solat subuh. Insyaallah Tuhan akan mengabulkan doa kita.

46. "Ya Waasi!" Apabila di dalam kesulitan maka amalkan zikir ini sebanyak 128 x setiap pagi & petang, InsyaAllah segala kesulitan akan hilang berkat pertolongan Allah. Andai zikir ini sentiasa diamalkan, InsyaAllah Tuhan akan menjaga kita dari hasad dengki sesama makhluk.

47. "Ya Hakiim!" Bagi pelajar atau sesiapa sahaja yang memperbanyakkan zikir ini setiap hari, InsyaAllah akalnya akan menjadi cerdas & lancar didalam menghafal & mengikuti pelajaran. Amalkanlah sekurang-kurangnya 300x setiap hari.

48. "Ya Waduud!" Amalkan zikir ini sebanyak 11,000 x pada setiap malam. InsyaAllah kita akan menjadi insan yang sentiasa bernasib baik, disayangi & rumahtangga kita akan sentiasa berada didalam keadaan harmoni.

49. "Ya Majiid!" Untuk ketenteraman keluarga di mana setiap anggota keluarga sentiasa menyayangi & menghormati & khasnya kita sebagai ketua keluarga, maka amalkan zikir ini sebanyak 99 x, sesudah itu hembuskan kedua belah tapak tangan & usap ke seluruh muka.
InsyaAllah semua anggota keluarga kita akan menyayangi & menghormati kita sebagai ketua keluarga.

50. "Ya Baa'its!" Zikirkan sebanyak 100 x dengan meletakkan kedua tangan ke dada, InsyaAllah akan memberi kelapangan dada dengan ilmu & hikmah.

51. "Ya Syahiid!" Apabila ada di kalangan anggota keluarga kita yang suka membangkang dan sebagainya, maka zikirkan sebanyak 319 x secara berterusan setiap malam sehingga si pembangkang akan sedar & berubah perangainya.

52. "Ya Haq"! Perbanyakkan zikir ini, InsyaAllah ianya sangat berfaedah sekali untuk menebalkan iman & taat di dalam menjalankan perintah Allah.

53. "Ya Wakiil" Sekiranya terjadi hujan yang disertai ribut yang kuat, atau terjadi gempa, maka ketika itu perbanyakkan zikir ini, InsyaAllah bencana tersebut akan menjadi reda & kembali seperti sediakala.

54. "Ya Qawiy!" Amalkan zikir ini sebanyak mungkin agar kita tidak gentar apabila berdepan dengan sebarang keadaan mahupun berdepan dengan si zalim.

55. "Ya Matiin!" Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin kerana ianya mempunyai fadhilat yang besar sekali, antaranya untuk mengembalikan kekuatan sehingga musuh merasa gentar untuk mengganggu.

56. "Ya Waliy!" Barangsiapa yang menjawat sebarang jawatan atau kedudukan, maka amatlah elok sekali mengamalkan zikir ini sebanyak mungkin kerana dengan izinNya,kedudukan kita akan kukuh & terhindar dari sebarang gangguan olehorang-orang yang bersifat dengki.

57. "Ya Hamiid!" Perbanyakkan zikir ini sebagai pengakuan bahawa hanya Allah sahaja yang paling berhak menerima segala pujian.

58. "Ya Muhshiy!" Sekiranya kita inginkan diri kita digolongkan didalam pertolongan yang selalu dekat dengan Allah (muraqabah), maka amalkan zikir ini sebanyak mungkin sesudah solat 5 waktu.

59. "Ya Mubdiu!" Agar segala apa yang kita rancangkan akan berhasil, maka zikirkan sebanyak 470 x setiap hari. InsyaAllah....

60. "Ya Mu'id!" Andai ada anggota keluarga yang menghilangkan diri dan sebagainya, amalkan zikir ini sebanyak 124 x setiap hari sesudah solat. InsyaAllah dipertunjukkan akan hasilnya.

61. "Ya Muhyiy!" amalkan zikir ini sebanyak 58 x setiap hari, InsyaAllah kita akan diberikan kemuliaan darjat dunia & akhirat kelak.

62. "Ya Mumiit!" Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, InsyaAllah akan dipermudahkan didalam perniagaan, berpolitik dan sebagainya.

63. "Ya Hayyu!" Untuk mencapai kekuatan mental/batiniah didalam menjalani kehidupan, perbanyakkanlah zikir ini.

64. "Ya Qayyuum!" Telah berkata Imam Ghazali bahawa barangsiapa yang ingin memperolehi harta yang banyak lagi berkat, ingin dikasihi oleh setiap manusia, ingin berwibawa, ditakuti musuh & ingin menjadi insan yang terhormat, maka berzikirlah dgn "Ya Hayyu Ya Qayyuum..." sebanyak 1,000 x setiap malam atau siang hari. Hendaklah melakukannya secara berterusan, Insya Allah akan tercapai segala hajat.

65. "Ya Waajid!" Andai berkeinginan keperibadian yang kukuh, tidak mudah terpengaruh & teguh pendirian, maka perbanyakkan zikir ini.

66. "Ya Maajid!" Demi kecerdasan otak dan agar dipermudahkan hati untuk menerima pelajaran, maka hendaklah pelajar tersebut memperbanyakkan zikir ini setiap hari.

67. "Ya Waahid!" Bagi pasangan yang belum mempunyai cahayamata & tersangat ingin untuk menimangnya, amalkanlah zikir ini sebanyak 190 x setiap kali selesai menunaikan solat 5 waktu selama satu bulan & selama itu juga hendaklah berpuasa sunat Isnin & Khamis, Insya Allah...

68. "Ya Somad! Ketika dalam kelaparan akibat sesat atau kesempitan hidup, maka pohonlah kepada Allah dengan zikir ini sebanyak mungkin. InsyaAllah, diri akan berasa segar & sentiasa.

69. "Ya Qaadir!" Apabila kita berhajatkan sesuatu namun ianya selalu gagal, maka amalkan zikir ini sebanyak 305 x setiap hari, Insya Allah segala hajat akan berhasil.

70. "Ya Muqtadir!" Agar tercapai tujuan yang dikehendaki, selain dari berikhtiar secara lahariah, maka berzikirlah dengan zikir ini seberapa mampu sehingga ikhtiar kita itu berhasil kerana zikir ini akan mempercepatkan keberhasilan hajat kita.

71. "Ya Muqaddim!" Menurut Imam Ahmad bin Ali Al-Buuniy, beliau berkata "Barangsiapa yang berzikir dengan zikir ini sebanyak 184 x setiap hari, InsyaAllah, nescaya segala usahanya akan berhasil".

72. "Ya Muahkhir"! Bagi meninggikan lagi ketaatan kita kepada Allah, perbanyakkanlah zikir ini.

73. "Ya Awwal!!" Barangsiapa yang mengamalkan zikir ini sebanyak 37 x setiap hari, InsyaAllah segala apa yang dihajati akan diperkenankan Allah.

74. "Ya Aakhir!" Amalkan berzikir sebanyak 200 x sesudah solat 5 waktu selama satu bulan, InsyaAllah Tuhan akan membuka pintu rezeki yang halal.

75. "Ya Dhaahir!" Amalkanlah zikir ini sebanyak 1,106 x selesai solat waktu di tempat yang sunyi (khalwat), nescaya Allah akan membuka hijab padanya dari segala rahsia yang pelik & sukar serta diberi kefahaman ilmu.

76. "Ya Baathinu!" Seperti no. 75 jugak, tetapi amalkan sebanyak 30 x sesudah solat fardhu.

77. "Ya Waaliy!" Memperbanyakkan zikir ini setiap pagi & petang boleh menyebabkan seseorang itu menjadi orang yang ma'rifat, iaitu hatinya dibuka oleh Allah. Difahamkan para wali Allah selalu memperbanyakkan zikir ini

78. "Ya Muta'aAliy!" Sekiranya kita akan berjumpa dengan mereka yang berkedudukan tinggi atau mereka yang sukar untuk ditemui, maka bacalah zikir ini sebanyak mungkin sewaktu mengadap. InsyaAllah dengan mudah kita akan berjumpa dengannya & segala hajat yang penting-penting akan berhasil.

79. "Ya Bar!" Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin setiap hari, InsyaAllah segala apa yang kita hajati akan terlaksana dengan mudah.

80. "Ya Tawwaab!" Bagi orang yang selalu membuat dosa & ingin bertaubat maka hendaklah memperbanyakkan zikir ini supaya dengan mudah diberikan petunjuk kembali ke jalan yang lurus.

81. "Ya Muntaqim!" Jika kita berhadapan dengan orang yang zalim, supaya dia tidak melakukan kezalimannya terhadap kita, maka hendaklah kita memperbanyakkan zikir ini setiap kali sesudah solat fardhu. Insyaallah, kita akan mendpt pertolongan Allah.

82. "Ya 'Afuww!" Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, nescaya dia akan diampuni segala dosanya oleh Allah.

83. "Ya Rauuf!" Bagi sesiapa yang inginkan dirinya disenangi oleh teman atau sesiapa sahaja yang memandangnya, amalkan zikir ini seberapa mampu samada pada waktu siang mahupun malam.

84. "Ya Maalikul Mulki!" Seseorang pengarah atau ketua yang ingin kedudukan yang kekal & tetap tanpa diganggu gugat, hendaklah selalu mengamalkan zikir ini sebanyak 212 x sesudah solat fardhu & 212 pada setiap malam selama sebulan. InsyaAllah akan mendapat pertolongan Allah.

85. "Ya Zul Jalaali wal Ikraam!" Amalkanlah zikir ini sebanyak 65 x setiap hari selama sebulan, InsyaAllah segala hajat kita akan tercapai dengan pertolongan Allah.

86. "Ya Muqsith!" Berzikirlah dengan zikir ini mengikut kemampuan, InsyaAllah Tuhan akan menganugerahkan sifat adil kepada mereka yang mengamalkannya.

87. "Ya Jaami'!" Sekiranya ada dikalangan keluarga kita atau isteri kita yang lari dari rumah, maka amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin pada setiap hari dengan niat semoga Allah menyedarkan orang tersebut. Dengan izin Allah orang yang lari itu akan pulang dalam jangka waktu yang singkat.

88. "Ya Ghaniy!" Amalkanlah zikir ini pada setiap hari sebanyak mungkin, InsyaAllah apa yang kita usahakan akan cepat berhasil & kekayaan yang kita perolehi itu akan mendapat berkat.

89. "Ya Mughniy!" Mintalah kekayaan yang bermanfaat untuk kehidupan dunia & akhirat kepada Allah dengan memperbanyakkan zikir ini, InsyaAllah segala hajat kita akan tercapai.

90. "Ya Maani'!" Andai kita selalu mengamalkan zikir ini sebanyak 161 x pada waktu menjelang solat subuh setiap hari, InsyaAllah kita akan terhindar dari orang-orang yang zalim & suka membuat angkara.

91. "Ya Dhaarr!" Asma ini sangat berguna didalam ikhtiar kita untuk menyembuhkan sesuatu penyakit yang mana sudah lama dihidapi & telah puas dihidapi & telah puas diubati. Amalkanlah zikir ini sebanyak 1001 x pada setiap hari, InsyaAllah dengan ikhtiar ini penyaki itu akan cepat sembuh.

92. "Ya Naafi' "! Menurut Imam Ahmad Al-Buuniy, barangsiapa mengamalkan zikir ini setiap hari, maka bagi orang yang sakit, sakitnya akan sembuh, & bagi orang yang susah akan dihilangkan kesusahannya dengan izin Allah.

93. "Ya Nuur!" Menurut Sheikh Ahmad bin Muhammad As Shawi, barangsiapa yang menghendaki kemuliaan yang agung & memperolehi apa yang dimaksudkan baik kebaikan dunia mahupun kebaikandi akhirat kelak, maka hendaklah selalu berzikir dengan zikir ini setiap pagi & petang.

94. "Ya Haadiy!" Bagi sesiapa yang dalam perjalanan ke suatu tempat tertentu, kemudian ia tersesat, hendaklah ia memohon petunjuk Allah dengan memperbanyakkan zikir ini, Insya Allah akan diberikan pertolongan Allah akan cepat lepas dari kesesatan tersebut.

95. "Ya Baadii!" Andai kita mempunyai rancangan yang sangat penting & bagi memastikan rancangan kita itu berjaya & berjalan lancar, maka berzikirlah dengan zikir ini sebanyak 500 x selepas solat fardhu. InsyaAllah Tuhan akan memberikan pertolongan hingga rancangan kita berjaya & berjalan lancar.

96. "Ya Baaqy!" Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin tanpa mengira batas waktu, InsyaAllah dengan ikhtiar ini semua perkerjaan yang telah menjadi punca rezeki tidak akan mudah terlepas, perniagaan tidak akan rugi atau bankrap dengan berkat zikir ini.

97. "Ya Waarits!" Sekiranya kita berzikir sebanyak 500 x selepas solat fardhu atau sebagainya, supaya segala urusan kita itu berjalan lancar, maka hendaklah pada setiap malam berzikir dengan zikir ini sebanyak 707 x. InsyaAllah berkat zikir ini Allah akan memberi petunjuk sehingga usaha kita akan berhasil dengan baik & memberangsangkan.

98. "Ya Rasyiid!" Walaupun kita tergolong didalam golongan yang cerdas otak, namun biasakanlah zikir ini sebanyak mungkin, nescaya otak kita akan menjadi bertambah cerdas.

99. "Ya Shabuur!" Agar kita diberi kesabaran oleh Allah dalam segala hal, maka perbanyakkanlah zikir ini menurut kemampuan. Dengan sifat sabar & penuh pengharapan kepada Allah, maka segala usaha & upaya akan mencapai kejayaan.

Doa-doa Yang Makbul:

1. Orang yang terdesak.
2. Orang yang teraniaya/dizalimi.
3. Anak yang berbuat baik terhadap kedua ibubapanya.
4. Doa seorang Muslim yang tidak berbuat zalim & tidak memutuskan silaturrahim.

Tanda-tanda Doa Yang Makbul:

1. Terasa sesuatu yang menakutkan.
2. Menangis tatkala berdoa.
3. Terasa menggeletar.

Cara-cara Berdoa:

1. Bersungguh-sungguh semasa berdoa. Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh semasa ia berdoa"

2. Menghadirkan diri kpd Allah dengan penuh kekhusyukkan kerana Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai.

3. Hendaklah makanan, minuman, pakaian dan sebagainya dari harta yang halal kerana sesungguhnya Allah itu baik & menerima melainkan yang baik belaka.

4. Doa itu bukan bertujuan untuk melakukan dosa, khianat, memutuskan silaturrahim & jangan sesekali memohon SEGERA dimakbulkan doa tersebut.

5. Digalakkan memperbanyakkan menyebut Asmaul Husna, dimulai dengan bertaubat,istighfar, hamdalah serta selawat ke atas Rasulullah s.a.w & para sahabat.

6. Sebelum berdoa, bersedekahlah terlebih dahulu (al-fatihah dan sebagainya).

KATA-KATA NASIHAT IBNU QAYYIM

Di dalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai kecuali menerima kehendak Allah swt.

Di dalam hati manusia ada keganasan dan tidak akan hilang kecuali berjinak dengan dengan Allah swt

Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak akan hilang kecuali seronok mengenali Allah swt

Di dalam hati manusia ada kegelisahan dan tidak akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu dan berjumpa denganNya

Di dalam hati manusia ada penyesalan dan tidak akan padam kecuali redha dengan suruhan dan laranganNya serta qadha dan qadarNya serta kesenantiasaan sabar sehingga menemuiNya

Di dalam hati manusia ada hajat dan tidak akan terbendung kecuali kecintaan kepadaNya dan bermohon kepadaNya.

Kesentiasaan berzikir kepadaNya adalah keikhlasan sebenar kepadaNya. . . . . .Andai dunia dan isinya diberikan kepada manusia masih tidak lagi dapat membendung hajat hati si hamba itu.

Wassalam

HIKMAH KHILAF PARA ULAMA




Berikut adalah sebahagian masalah-masalah yang diperselisihkan antara mazhab-mazhab fiqh yang empat yang disusun menurut bab-bab terpilih;

Bab Taharah:

1. Menghilangkan najis dengan air:
i. Abu Hanifah : Harus menghilangkannya dengan semua benda yang cair, selain minyak.
ii. Malik : Tidak boleh menghilangkannya kecuali dengan air sahaja.
iii. al-Syafi’i : -sama-
iv. Ahmad bin Hanbal : -sama-

2. Menggunakan air musyammas (kena panas matahari):
i. Abu Hanifah : Tidak makruh menggunakannya.
ii. Malik : -sama-
iii. Ahmad bin Hanbal : -sama-
iv.: al-Syafi’i : Makruh menggunakannya.

3. Najis yang masuk dalam air yang kurang dari dua qullah (190 liter padu):
i. Abu Hanifah : Dihukum najis, walaupun air tidak berubah.
ii. al-Syafi’i : -sama-
iii. Ahmad bin Hanbal (riwayat satu): -sama-
iv. Malik : Tidak najis, kecuali jika air berubah.
v. Ahmad bin Hanbal (riwayat dua): -sama-

4. Bersugi bagi orang yang berpuasa selepas gelincir matahari:
i. Abu Hanifah : Tidak makruh.
ii. Malik : -sama-
iii. Ahmad bin Hanbal (riwayat satu): -sama-
iv. al-Syafi’i : Makruh.
v. Ahmad bin Hanbal (riwayat dua): -sama-










Ahad, 31 Oktober 2010

PROF KHOO KAY KIM kata hanya sekolah satu aliran boleh capai matlamat 1Malaysia


[MSTAR] Sistem pendidikan negara perlu disusun semula termasuk melaksanakan sistem sekolah satu aliran bagi memastikan matlamat gagasan 1Malaysia tercapai, kata tokoh sejarah dan akademik Prof Emeritus Tan Sri Khoo Kay Kim.

Beliau berkata, sistem pendidikan yang mengamalkan sekolah pelbagai aliran ketika ini tidak membantu rakyat menyelami makna sebenar gagasan itu.

Katanya, sejak dari kecil lagi rakyat sudah diasingkan mengikut aliran dan bahasa ibunda masing-masing dan apabila dewasa, semangat kerjasama dan persefahaman sukar untuk dijalinkan.

"
Kita tidak perlu kepada sekolah yang banyak aliran, bahasa ibunda setiap kaum boleh diselitkan sebagai sebahagian daripada kurikulum di bilik darjah," katanya kepada pemberita selepas menghadiri program wacana "One Malaysia: Cabaran dan Harapan" sempena program semarak perpaduan dan patriotisme Institut Pendidikan Guru Malaysia peringkat kebangsaan di sini hari ini.

Namun begitu, beliau menjangkakan ada pihak yang akan membantah cadangan itu tetapi mereka yang berbuat demikian perlu menilai semula sejauh mana sistem pendidikan ketika ini boleh membantu mengukuhkan pembentukan sebuah negara bangsa. Mengimbau kembali sejarah terbentuknya sekolah pelbagai aliran di negara ini, Prof Khoo Kay Kim berkata, mengikut sejarah, British membenarkan penubuhan sekolah pelbagai bahasa di Tanah Melayu kerana kebanyakan pendatang ketika itu tidak mempunyai niat untuk menetap di negara ini.

"
Jadi, British membenarkan mereka membuka sekolah menggunakan bahasa ibunda masing-masing supaya mereka dapat belajar mengenai negara sendiri. "

"
Bagaimanapun, sistem ini tidak lagi perlu diteruskan sekarang kerana mereka sudah menjadi warganegara Malaysia dan perlu dididik supaya menerima negara ini dan masyarakat berbilang kaum yang ada di sini sebagai sebahagian daripada diri mereka," katanya lagi.

Khoo juga berkata, kebanyakan rakyat negara ini tidak tahu dan tidak memahami sejarah negara sehingga menyebabkan mereka berfikiran secara sempit.

Menurutnya, ada segelintir ahli politik yang lebih mengutamakan kepentingan diri dan agenda masing-masing berbanding matlamat utama negara bangsa.

"
Ada ahli politik kita yang tidak mahu berintegrasi dan lebih suka kepada pemisahan, dan lihatlah bagaimana negara menjadi kucar-kacir kerana adanya ahli politik yang tidak mengutamakan negara bangsa tetapi lebih kepada agenda sendiri," katanya.



Sabtu, 30 Oktober 2010

RINGKASAN PENYEBARAN DAN PERKEMBANGAN DUNIA MELAYU ISLAM DI KEDAH DARUL AMAN





Sekitar kurun ke 10 dan 11 Masihi, Kumpulan berfahaman Syiah di Iran telah memulakan gerakan memburu dan menghapuskan Ahli Sunnah Wal Jamaah yang berada di bumi Iran ketika itu. Golongan Sunni adalah dari kalangan suku kaum Kurdis (Kalahar).

Oleh kerana keadaan amat terdesak, golongan Ahli Sunnah Kurdis terpaksa berhijrah secara besar-besaran ke Afrika, India, Timur Tengah, Timur Jauh dan New Zealand. Sebahagian daripada mereka juga telah tiba di Nusantara dan membuka penempatan baru di Kedah yang juga dinamakan mereka sebagai Kalahar ( sempena mengambil nama suku kaum Kurdis Sunni ) yang pada masa itu baru sahaja menerima kesan serangan Raja Rajendra Chola
( Lihat Nota 1 ).

( Nota 1 ) Ini dikaitkan dengan serangan tentera Islam ke atas sebuah Kerajaan Hindi di Pantai Koromandel bernama Chola. Raja Rajendra juga tidak berpuas hati dengan penguasaan Sri Vijaya di Nusantara. Baginda telah menghantar ratusan kapal perang untuk memusnahkan Empayar Sri Vijaya termasuk Kadaram (Kedah).

Ketika itu, Maharaja Durbar I iaitu Merong Mahawangsa ( Sri Vijaya ) menjadi duta Maharaja Rom ( Keturunan Iskandar Zulkarnain – Macedonia ) (Lihat Nota 2) untuk membawa Putera Raja Rom bagi mengahwini Puteri Maharaja China. Baginda berasal dari Gumarun ( Lihat Nota 2 ), Parsi dan pernah ditewaskan oleh angkatan suku Iran lain yang lebih kuat.

( Nota 2 ) Rom yang dimaksudkan ialah Wilayah Empayar Parsi atau Iran yang pada suatu masa adalah sebahagian dari Empayar Rom Timur yang telah lama menerima agama Islam dari zaman Khulafa Ar-Rashidin. Gumarun juga dikenali sebagai Pelabuhan Gambroon di Laut Kaspian.

Rombongan pelayaran Merong Mahawangsa ini telah diserang oleh satu angkatan perang Hindu yang mempunyai kapal berlambangkan burung garuda ( lambang kenderaan Dewa Wisnu ).

Serangan yang begitu kuat ini telah memaksa kapal Raja Merong Mahawangsa mendarat di kaki Gunung Jerai dan tidak lama kemudian baginda telah diangkat menjadi raja oleh penduduk tempatan sebagai Raja ( Kedah ) Kalahar 1.

Baginda juga telah mengahwini seorang gadis Orang Laut dari suku gergasi kerana ingin menggalakkan perkahwinan campuran di samping memperbesarkan lagi keturunan dan kaum kerabat.

Raja Merong Mahawangsa telah memperkenalkan nobat di istana baginda( Lihat Nota 3 ) mengambil sempena bunyi-bunyian dari istana Khalifah Harun Ar-Rashid di Baghdad.

(Nota 3) Istana baginda dibina di Kota Langkasuka di Sok, kira-kira 96 km ke timur Gunung Jerai berhampiran persimpangan jalan perdagangan Kalahar dan Langkasuka. Baginda juga dikatakan mendirikan sebuah lagi istana di timur Gunung Jerai berhampiran Kuala Merbok iaitu tapak permulaan jalan menuju ke Langkasuka dan Pantai Timur.

Syeikh Abdullah Al-Qumairy

Tuan Guru Haji Mahmud Nasri Osmani ( Pengasas Silat Abjad ) telah menceritakan kepada murid-muridnya bahawa Syeikh Abdullah bin Tuan Syeikh Ahmad bin Tuan Syeikh Ja’far Qumairy ( atau Syeikh ( Sayyid ) Abdullah Al-Qumairy atau Syekh Abdullah Al-Yamani ) berasal dari Syahir, Yaman. Beliau adalah Ahlul Bait dari keturunan Rasulullah S.A.W. yang juga merupakan murid kanan Ulama Terkenal Sultan Aulia Sayyidi Syeikh Maulana Maududin Ariffin Qutb Rabbani Muhyiddin Abdul Qadir Jilani Qadasallah Sirruh.

Pada suatu hari, Syeikh Abdullah Al-Qumairy telah menerima arahan dari Syeikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani untuk berangkat ke Negeri Kalaha (Kedah) bersama-sama 11 orang rakan-rakannya.

Tuan Guru Haji Mahmud Nasri juga telah mengisahkan bagaimana Syeikh Abdullah Al-Qumairy telah menggunakan jalan karamah di mana dia berjalan sekelip mata ( lipat bumi ) dari Baghdad ke Kedah dengan izin Allah SWT bersama-sama 11 orang rakannya. Syeikh Abdullah tiba di Negeri Kalaha pada tahun 531 Hijrah ( 1136 Masehi ) – ( Lihat Nota 4 ) dan telah mengadap Maharaja Durbar II Raja Phra Ong Mahawanser, Raja Kalaha yang ke-9 di Istana Bukit Meriam. Ketika itu istana sedang mengadakan satu majlis keramaian yang
mempamerkan pertunjukan seni mempertahankan diri yang berpaksikan pemujaan dewata, sihir, istidraj dan lain-lain.

(Nota 4) – Semasa zaman Al-Muqtafi menjadi Khalifah di Baghdad.

Syeikh Abdullah Al-Qumairy dan rakan-rakannya telah mempamerkan satu kehebatan seni mempertahankan diri ( silat ) sehingga semua hulubalanghulubalang Raja Phra Ong terpaksa mengaku kalah dan akur dengan kehebatan Syeikh Abdullah.

Baginda amat kagum dengan kehebatan yang ditonjolkan oleh Syeikh Abdullah Al-Qumairy dan rakan-rakannya serta ingin mengetahui secara lanjut mengenai rahsia kekuatan ini. Setelah mendengar penerangan Syeikh Abdullah, akhirnya baginda sangat terpegun dan terus memeluk Islam dengan mengucap dua kalimah syahadah di tangan Syeikh Abdullah Al-Qumairy diikuti semua para pembesar dan pegawai-pegawai Istana.

Syeikh Abdullah Al-Qumairy telah memasyhurkan gelaran dan nama baru kepada Raja Phra Ong Maha Wanser iaitu Sultan Muzaffar Shah 1. Tidak lama kemudian seluruh rakyat Kedah juga telah memeluk agama Islam. Pengislaman secara massal ini berlaku dalam tempoh yang begitu cepat dengan berkat usaha yang jujur dan ikhlas seorang Waliyullah iaitu Syeikh Abdullah Al-Qumairy.

Rakyat Kedah juga terdiri daripada pelbagai kelompok yang berasal daripada Arab, Iran, India, Parsi, Al-Sin ( China ) ( Lihat Nota 5 ) dan lain-lain yang mana mereka kebanyakannya telah lama memeluk Islam di negara asal masing-masing. Mereka juga terkenal dengan kemahiran berdagang. Umat Islam dari China juga rata-rata memakai nama pangkal ‘Pu’ iaitu Abu.

(Nota 5) – Saudagar-saudagar Islam dari Arab, Iran dan lain-lain berkumpul di pelabuhan Kanton (Guangzhou). Sayyidina Uthman bin Affan r.a. pernah menghantar Saad Abi Waqqas bersama-sama 15 orang ahli rombongan untuk mengembangkan dakwah di Negeri China. Rekod di Negeri China pada tahun 651 menunjukkan bahawa mereka telah menerima utusan dari Han Mimo Moni ( Amirul Mukminin ) dan dalam kurun Masihi ke 7, Raja China Tai Ti Sung telah memeluk Islam.

Sekitar 877 Masihi, saudagar-saudagar Arab dan Iran di Kanton telah diserang dan dibunuh beramai-ramai oleh sekumpulan pemberontak anti kerajaan China. Inilah penyebabkan sebahagian dari mereka menjadi pelarian dan tiba di Kalaha.

Kebanyakan dari mereka ini telah memutuskan untuk terus tinggal bersama-sama umat Islam di Kedah dan menjadi satu warga atau bangsa yang baru di negeri Islam di bawah bimbingan ( Ulama ) Syeikh Abdullah Al-Qumairy dan payung pemerintahan ( Umara ) Sultan Muzaffar Syah 1 ( Gandingan Kepimpinan Ulama-Umara ).

Syeikh Abdullah Al-Qumairy telah menamakan gagasan bangsa yang baru sebagai ‘Al-Mala-u’ ( Lihat Nota 6 ) bersempena satu kalimah Arab yang bermaksud ‘( berkembang-biak )memenuhi ruang’ kerana cepatnya berkembang pengaruh agama Islam di Kalaha. Lama-kelamaan, pengaruh dialek dan sebutan berbilang bangsa ini telah menerbitkan perkataan “Melayu” seperti yang dikenali hari ini.

(Nota 6) 'Al-Mala-u' disebut di banyak tempat dalam Al-Qur'anul Karim dan juga Hadis. Mengikut Kamus Bahasa Arab - Al-Mala-u bererti :

a) Budi pekerti yang tinggi ( husnulkhuluqa ( akhlak yang mulia ) yakni makna kepada agama sebagaimana satu Sabda Rasulullah S.A.W.)
b) Pemimpin
c) Cahaya ( Iman dan Taat ) yang memenuhi ruang dan masa

Gelaran ini diberikan bagi mengesahkan bahawa warga ini adalah :

a) Ahli ( warga yang menerima Talkin kalimah Taqwa dan Tarbiah )
b) Jawi ( penulisan bangsa Arab asal iaitu Jawi Qadim ( Asia Tenggara ) –manakala Bangsa Melayu asal pula menggunakan Jawi Jadid ( Asia Barat ) yang menambahkan titik pada beberapa huruf ).
c) Melayu ( yang berkembang-biak memenuhi ruang ).
d) Asal (yang asli atau yang yang tulin menerima agama Islam dari Seruan Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W.).
e) Bangsa ( rasmi ) kebangsaan ( Warga Angin Bawah Bayu Merdeka ).
f) Pegang Teguh Agama Islam – berpaut kukuh kepada agama Samawi.

( AHLI JAWI MELAYU ASAL BANGSA KEBANGSAAN PEGANG TEGUH AGAMA ISLAM – Sekira-kiranya pewaris asabah kepada satu bangsa beragama) ( menyamai dengan zaman kegemilangan Islam lampau ) atau ringkasnya Pemimpin Yang Berbudi Pekerti Mulia dan Nurnya Meliputi Alam ( Khalifah ) Kemudian Sultan Muzaffar 1 memperkenalkan kepada mata dunia bahawa ISLAM ITU MELAYU dan MELAYU ITU ISLAM )
Selain itu Baginda Sultan Muzaffar telah bertaubat nasuha bersama-sama semua pembesar Istana dan para hulubalangnya termasuk seluruh rakyat jelata Kalaha di bawah bimbingan Syeikh Abdullah Al-Qumairy.

Akhirnya Negeri Kalaha juga telah ditukar oleh Syeikh Abdullah Al-Qumairy kepada nama Kedah Darul Aman iaitu sebuah negeri yang aman dan merdeka dari segala bentuk kesyirikan, kekufuran dan keengkaran. Penamaan ini juga bersempena “Baldatun Thayyibah Wa Rabbun Ghafur” yang dipetik dari Firman Allah S.W.T. dalam Surah Saba: Ayat 15 yang bermaksud “Negeri yang baik ( indah lagi makmur ) dan Tuhan Maha Pengampun” ( ke atas taubat
hambaNya ).

Sultan Muzaffar Syah 1 sangat mengasihi Syeikh Abdullah Al-Qumairy sehingga baginda telah melantik Syeikh Abdullah Al-Qumairy sebagai Guru dan Penasihat agama Islam baginda, kaum kerabat diraja dan juga seluruh Istana. Sultan Muzaffar Syah (1) juga telah mengangkat Syeikh Abdullah Al-Qumairy sebagai ayahanda angkat baginda.

Syeikh Abdullah Al-Qumairy juga telah menyarankan agar candi di puncak Gunung Jerai dimusnahkan dan diganti dengan sebuah menara untuk dijadikan tempat azan bagi menyeru umat Islam Kedah untuk bersolat. Sultan Muzaffar Syah 1 telah menitahkan agar permintaan Syeikh Abdullah Al-Qumairy dilaksanakan.

Setelah binaan menara tersebut hampir siap, Syeikh Abdullah Al-Qumairy telah jatuh gering dan ditakdirkan wafat beberapa hari selepas itu. Sebelum kewafatannya, Syeikh Abdullah Al-Qumairy telah mewasiatkan agar jenazahnya dikebumikan di kawasan lapang berdekatan dengan binaan menara berkenaan. Kawasan itu dikenali kini sebagai Padang Tok Sheikh.

Mengikut Tuan Guru Haji Mahmud lagi, Guru Syeikh Abdullah iaitu Sayyidi Syeikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani ( wafat pada 561 Hijrah/1166 Masehi ) pernah tiba beberapa kali di Gunung Jerai untuk menziarahi maqam muridnya, Syeikh Abdullah Al-Qumairy serta pernah bersolat di kawasan tanah lapang berkenaan di samping melantik Sultan Muzaffar Shah 1 sebagai pengganti kepada Syeikh Abdullah Al-Qumairy.

Kemakmuran Melayu Islam termasuk Zaman Kesultanan Melaka, Perlak Pasai, Deli dan seluruh Nusantara yang dikecapi akhirnya musnah disebabkan percakaran sesama sendiri yang juga telah memudahkan lagi serangan serta penjajahan Belanda, Portugis dan Inggeris ke atas Nusantara selepas Siam dan China tidak campurtangan lagi.

Penjajah akhirnya memusnahkan dan merungkai-rungkaikan akar umbi kekuatan Melayu Islam dengan memisahkan maksud bangsa dan agamanya dan menggantikannya dengan faham sekular. Akibatnya, tercetuslah pelbagai pertengkaran dan perselisihan faham dalam agama, bangsa dan siasah yang menjadikan umat manusia rata-rata :

a) cintakan dunia dan takutkan mati ( Al-Wahan ).
b) berbangga dengan maksiat dan budaya kuning.
c) berfahaman ajaran sesat.
d) salah faham terhadap agama.
e) pergaduhan antara kaum dan agama.
f) pengaruh isme yang membahayakan.
g) kepercayaan karut lagi harut marut, bidaah, syirik dsb.
h) menjadi mudah gugur imannya dan lain-lain.

Penjajah juga telah menanam kefahaman anti Islam sehingga berjaya merosakkan kemurnian Islam di Indonesia dengan terbunuhnya sekumpulan Ahlul Bayt dan Ulama Warisatul Anbia sekitar tahun 1940-an.

Selain itu, mengikut satu laman web ( lihat rujukan ), penjajah telah banyak melarikan kitab-kitab agama termasuk sejarah Nusantara selepas zaman penjajahan kerana dipercayai akan memberikan kekuatan kepada bangsa Melayu Islam untuk bangkit kembali.


Kenapa penjajah melakukan sedemikian rupa terhadap Melayu Islam?

Jawapannya ialah penjajah ketika itu rata-rata berpayungkan satu fahaman sesat Yahudi dari Kumpulan Illuminati/New World Order (berlambangkan mata Horus/Osiris – iaitu Mata Dajjal ) yang dipecahkan kepada 2 kumpulan iaitu Priory of Psion ( Zionis ) dan Opus Dei ( juga berperang sesama sendiri kerana kefahaman yang berbeza terhadap Nabi Isa a.s. ).

Salah satu kesimpulan dari misi Zionis yang tercatat ( secara simbolik ) dalam Protocol of Zion ialah untuk :

“Memusnahkan agama samawi ( Islam ) yang dbawa oleh keturunan Nabi ( Ahlul Bait ), Raja-Raja serta diwarisi oleh Ulama Warisatul Anbia ( yang dianggap Zionis sebagai agama palsu )”

Zionis sangat takut kepada kewujudan Imam Al-Mahdi, Pemimpin Islam dari kalangan Ahlul Bait dan Ulama Warisatul Anbia yang akan memusnahkan mereka.

Peperangan memusnahkan Islam telah bermula dengan terbunuhnya Ahlul Bayt keturunan Rasulullah SAW dan akan terus berlarutan sehingga kini ( Krisis Timur Tengah yang tidak kehabisan ) sehinggalah kemuncak - timbulnya kumpulan Yahudi Isfahan di akhir zaman yang dipimpin oleh Al Masihi Dajjal Laknatullah bagi memerangi Imam Al-Mahdi.

Antara tanda-tanda yang ada dahulu ialah apabila Inggeris melabelkan pahlawan Melayu Islam ( Tok Janggut, Mat Kilau, Datuk Bahaman dll ) sebagai Pemberontak ( rebel ) dan tanda-tanda yang ada kini ialah apabila Barat melabelkan Islam sebagai Pengganas ( terrorist ) – Dua panggilan yang berbeza tetapi membawa satu maksud yang sama. Rata-rata di Internet didapati
kumpulan Zionist telah mula melabelkan Imam Al-Mahdi sebagai ‘Terrorist Islam’ terbesar dunia.

Kini kumpulan Illuminati diketuai oleh Black Pope, Count Kolvenbach ( The Jesuit ) dan dibantu oleh satu kumpulan elit baru zionist dunia yang dikenali sebagai kumpulan Bilderberg. Pelbagai cara dilakukan ( termasuk menggunakan teknologi ) untuk merosakkan minda dan aqidah orang-orang Islam.

Kebangkitan pertama yang direkodkan menentang penjajah dan faham Zionist serta usaha menaikkan kembali kegemilangan Islam itu Melayu dan Melayu itu Islam telah bermula sebelum 1940an. Gerakan yang memimpin ulama dan Ahlul Bait ( berpaksikan Dua Kalimah Syahadah ) telah dipelopori oleh Ulama Terkenal Nusantara iaitu Maulana Syeikh Wan Ahmad bin Syeikh Wan Mohammad Zain bin Dato Panglima Kaya Syeikh Wan Mustafa bin Syeikh Wan Mohammad bin Syeikh Wan Mohammad Zainal Abidin ( Fakih Wan Musa Al-Jambusi As-Sanawi Al-Fatani), Ulama besar Masjidil Haram, Mufti Tarim Kerajaan Othmaniah Turki dan juga Kerajaan Melayu Islam Asia Tenggara. Ulama besar ini ( yang juga guru kepada Syeikh Yusof Kenali – Tok Kenali ) juga telah membuat satu himpunan raksaksa Ahli Jawi Melayu Asal Bangsa Kebangsaan Pegang Teguh Agama islam di Madrasah Darul Ulum Makkatul Mukarramah yang dihadiri lebih lima ribu ulama Nusantara.

Perjuangan kemudian diteruskan oleh Al-Allamah Tuan Guru Maulana Syeikh Yusof Al-Kenali (Tok Kenali) dan dipelopori pula oleh muridnya Tuan Guru Haji Mahmud Nasri Osmani dan Tuan Guru Haji Umar Zuhdi.

Kini, perjuangan ini telah diwariskan oleh Persatuan Warga Melayu Malaysia,Yayasan Angkatan Bina Jati Diri dan Pertubuhan Gerak Seni Silat Abjad (Asli) Jabat Kilat Malaysia menerusi satu resolusi muzakarah ulung Warga Melayu pada 12 Rabiul Awal 1429 Hijrah bersamaan 20 Mac 2008 Masihi yang diadakan di Pusat Pengajian Assalam, No. 25, Persiaran Seroja 1/1, Bandar Amanjaya 08000 Sungai Petani, Kedah Darul Aman

--------------------

Rasulullah SAW bersabda:


“Setelah aku wafat ( dan ) setelah lama aku tinggalkan ( dunia ini ), umat Islam akan menjadi lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan ( mengambil peluang ) menindas mereka ( umat Islam ) bagaikan orang yang makan dengan rakus.”

Sahabat bertanya,

“Apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh terlalu kuat?”

Sabda Rasulullah S.A.W.,

“Bahkan mereka ( umat Islam ) pada masa itu ( jumlahnya ) lebih ramai ( dari sekarang ) tetapi tidak dapat memberikan apa-apa manfaat ( tidak berguna ), tidak dapat memberikan apa-apa erti ( kesan ) dan musuh ( orang kafir ) tidak takut ( gerun ) akan mereka. Mereka ( umat Islam ketika itu ) ibarat ( hanya ) buih di lautan.”

Sahabat bertanya lagi,

“Mengapa seramai itu tetapi ( hanya ) seperti buih di lautan?”

Sabda Rasulullah S.A.W.,

“Kerana ( mereka dilanda ) dua penyakit iaitu Al Wahan.”

Sahabat bertanya lagi,

“Apakah itu Al Wahan?”

Sabda Rasulullah S.A.W.,

“Cintakan dunia dan takutkan mati".


Dari Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dan dari pada Nabi SAW sabdanya:

“Kalaulah usia dunia ini hanya tinggal sehari (sahaja lagi), nescaya Allah akan panjangkan hari berkenaan sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki ( Al Mahdi ) dari keluargaku. Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ( ketika itu ) ia telah dipenuhi dengan kezaliman”



Dari Ibni Abi Syaibah dan Nu'aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Mas'ud, katanya :

“Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan ( wajah ) mereka, maka Rasulullah berlinangan air mata dan wajah beliau berubah ( muram/sedih).

Akupun bertanya :

“Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”.

Beliau menjawab :

“Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat melebihi dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah Timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya
hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa di antara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”


Dari Tsauban r.a. Sabda Rasulullah SAW :

“Akan datang Panji Panji Hitam dari sebelah Timur, seolah-olah hati mereka kepingan-kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salji. (dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim - dari kitab Al Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)


Rasulullah S.A.W. juga bersabda :

“Ulama itu adalah pewaris Nabi (Ulama Warisatul Anbia)”


Dari Ahmad dan Muslim dari Anas, Anas, Rasulullah S.A.W. bersabda :
“Dajjal yang diiringi oleh 70,000.00 tentera Yahudi Isfahan yang memakai toga”


Rujukan

1. Gagasan Melayu itu Islam dan Islam itu Melayu – Modul Memperkasakan Bangsa dan Negara – menyelesaikan segala masalah serta mematikan segala hujjah dan menghidupkan bumi yang mati – di tengah-tengah kegawatan dunia penuh pancaroba, bergolak dan huru-hara – Oleh Al-Allamah Tuan Guru Haji Ahmad Junaidin bin Che Din dan Yang Berbahagia Tuan Guru Haji Idris bin Haji Mahmud Nasri Osmani, Persatuan Warga Melayu Malaysia dan Yayasan Angkatan Bina Jati Diri.

2. Al-Tarikh Salasilah Negeri Kedah – Muhammad Hassan bin Muhammad Arsyad.

3. Sejarah Kedah – Buyong Adil – DBP 1980.

4. Rancangan Zionis Memusnahkan Islam dan Nasrani dari Laman veilopen.blogspot.com (The Truth Now In Malaysia)

5. Rujuk silang kepada Hikayat Merong Mahawangsa, bahan sejarah mengenai Empayar Srivijaya, Raja-Raja Pasai dll.

6. Rujuk silang kepada khazanah tulisan Ustaz Wan Mohd Saghir Abdullah


-----------------------------------


MASAKINI

ABJAD MALAYSIA telah merangka satu formula untuk dicadangkan kepada umat manusia menerusi pengenalan satu Gagasan Melayu itu Islam dan Islam itu Melayu.

Modul telah disediakan bagi memperkasakan bangsa dan negara dengan mendukung serta mempertahankan hak ketuanan Melayu, kekuatan perpaduan Melayu, institusi kesultanan Raja-Raja Melayu dan kedaulatan negara pada setiap masa.

Kami juga memperjuangkan pengekalan dalam negara masyarakat Melayu supaya melaksanakan cara hidup Islam atas aliran mazhab yang rojeh ( 4 Mazhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah )

Tauhid - Aliran Imam Abu Mathuridi atau Imam Abu Hassan As-Syaari

Feqah - Salah satu daripada Imam berikut tanpa pertindihan - Imam Syafie, Imam Maliki, Imam Hambali dan Imam Hanafi

Akhlak ( tasauf ) - Mana-mana ulama muktabar yang ahli (faham) dalam babnya
(bidangnya) umpamanya Syeikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani, Imam Al-Ghazali, Imam Junaid Al-Baghdadi, Imam Abdullah Ahmadul Badawi ( murid Syeikh Abdul Qadir Jilani ) dll.

Kami bermuafakat dalam menyampaikan seruan agama Islam hingga tercapainya kefahaman hakikat tauhid yang sah dan jelas. Kami menyatukan fahaman dan amalan untuk kekal hidup di bawah naungan Allah S.W.T. yang Maha Esa, Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W., Kitabullah dan Kiblat yang satu.

Kami menggunakan kaedah dakwah dalam ilmu dan amalan serentak rohani dan jasmani umat manusia, beristiqamah dengan berpegang teguh kepada hukum tertinggi - Al-Qur'an, Hadis, Ijmak dan Qias.

Kami berusaha untuk mendapat kerjasama supaya dibukakan ruang seluas-luasnya bagi mengumpul seberapa ramai umat Melayu Islam supaya bersatu dalam memperbaiki tumpuan pelaksanaan kerja dalam kehidupan kepada keperkasaan diri, bangsa dan negara sehingga mampu mengubah tamadun manusia.

 Bangsa hendaklah menerima agama Islam maka jadilah bangsa itu bangsa beragama.

 Tempat letak agama pada diri seseorang itu ialah lidah, anggota dan hatinya.

 Seseorang yang menerima Islam dengan yakin, wajib fardhu ain menjaga agama yang ada pada dirinya pada bila-bila masa dan di mana-mana.

 Ilmu dan amalan seseorang menjadi baja yang menyuburkan agama Islam yang ada pada dirinya selagi ilmu dan amal itu berada atas dasar agama dan diambil serta dipelajari dari mereka yang ahli pada babnya.

 Agama Islam akan keluar daripada diri seseorang itu setelah menerimanya di atas nama murtad, munafiq, zalim dan fasiq.

 Ilmu dan amalan seseorang menjadi racun yang membunuh agama yang ada pada dirinya sekiranya ilmu dan amalan itu tersasar dari dasar agama atau diambil serta dipelajari pula dari orang yang telah rosak akidah, syariat, akhlak, jihadu bi nafsi dan jihadu bil mal.

Untuk maklumat lanjut, ABJAD MALAYSIA dan Persatuan Warga Melayu Malaysia ingin menjemput mana-mana pihak, organisasi, sektor, parti siasah, individu/kumpulan bagi menghubungi kami untuk mendapat penjelasan yang lebih terperinci termasuk bukti-bukti dan fakta sejarah.


Alamat :

No. 25, Persiaran Seroja 1/1, Bandar Amanjaya, 08000 Sungai Petani, Kedah Darul Aman.
Tel : +604-442-1498, Faks : +604-441-6502
( U/P : Haji Idris Haji Mahmud Nasri Osmani )




SELOKA BERSATU

Jerihnya sufi dan para pahlawan,
Golongan mahir dan para cendekiawan,
Membina kukuh kesatuan ini…
Sehingga kekal ke hari ini…

Sekian lama mereka pergi,
Lihatlah apa terjadi kini…
Kita ini bagaikan mati!
Bangkitlah semula hidupkan diri!

Lihatlah terbentang di hadapan kita,
Begitu besar luasnya dunia,
Menanti untuk kita manfaati,
Dengan akal bijak bestari
Dipandu nur yang suci dan murni,

Dugaan, cabaran, nikmat dan rezeki,
Adalah makanan hidup ini,
Samudera dalam kita selami,
Kalau jatuh, bangunlah lagi
Kejarlah semula kabilah ini,
Merdekakan lagi jiwa dan jasmani,
Yang sekian lama makin dijajahi!

BANGUN! BERAMAL! BEKERJA!

Kerana kita manusia biasa
Kerana kita mengaku hambaNya
Tanda tunduk akan perintahNya

Taatilah Allah, Rasul dan Ketua
Taatilah Guru, Ayah dan Bonda
Kepada Allah bertaqwa kita,
Agar dapat mengurus membeza,
Akal dan nafsu yang kurang sempurna,
Semoga mendapat darjat yang mulia.

Ketua adalah pembawa panduan,
Kitalah sebenar yang melaksanakan,
Janganlah jadi hanya penantian,
Takut nanti tinggal impian!

Jutaan syarahan telah disampaikan,
Ribuan amalan telah dilakukan,
Marilah pula berbuat tindakan,
Agar pulangan dapat dihasilkan,
Tidak terhad pada perkataan.

Untuk diri, keluarga dan ahli,
masyarakat, daerah serta negeri,
negara, dunia, sejagat dan akhirat
Alangkah besarnya bakti dan berkat

Sesama membina istana kebajikan,
Sesama meruntuh kota kejahatan!

Andai akal belum sempurna,
Andai ilmu kurang di dada,
Carilah makna segala kefahaman,
Tidaklah pula sehingga terbeban,
Amalkan ilmu sekadar kemampuan,
Allah jua kita serahkan,
Tanpa halangan tanpa galangan.

Untuk arifin yang lama bersemadi,
Keluarlah dari persembunyianmu ini!
Mari bersama memimpin kami,
dengan pengalaman yang telah
dipelajari.

Jika terilham kaedah dan cara,
Zahirkan ia menerusi suara,
Iman tak kenal tua dan muda,
Besar dan kecil tiada dikira,
Selagi ada kebajikan niatnya,
Mari SATUKAN bersama-sama,
supaya lebih berlipat ganda.

Bagi yang masih besar diri,
Tepuk dada tanyalah hati,

Sehingga bila terus begini?
Berbulan berlalu menjadi tahunan,
Matlamat anda manakah kesudahan?
Keluarlah dari penjara khayalan!

Jangan pandai menafsir sendiri,
Jangan pula membisu sepi,
Jangan mudah berpuas hati,
Akibatnya berat memakan diri,

Janganlah segan janganlah malu,
Salah dan silap tentunya berlaku,
Marilah mengaku kelemahan diri,
Supaya dapat sesama perbaiki.

Andai masih tidak mengerti,
Mengapa terjadi semuanya ini,
Pelajaran asal semaklah kembali,
Melihat semula pada yang asli.

Elakkan juga jumud kumpulan,
Dengarlah juga pendapat luaran,
Mungkin dapat jadikan panduan,
Bukan hanya ikut-ikutan…

Jauhi kita segala pergeseran,
kerana ini pemecah perpaduan.

Cuba elakkan kepentingan peribadi,
Belajar mendekati kepentingan ahli,
IKHLASkanlah segala pengorbanan ini,
Agar berterusan tanpa berhenti.

Sejahtera diri, keluarga, dan ahli
masyarakat, daerah serta negeri,
negara, dunia, sejagat dan akhirat

Ucapkan semula Kalimah Syahadah,
Agungkan kembali Qur’an dan Sunnah,
Jadikan petua Ijmak dan Qiyas,
Jadilah Ahli Sunnah wal Jamaah,

Tetapkan Iman, Islam dan Ihsan,
Tauhid, Feqah, Usul dan Kesufian.

Biasakan diri dengan latihan,
Jangan sampai tiada pekerjaan,
Tingkatkan terus ilmu pengetahuan,
Ibadat amalan dilupa jangan,

Jangan mudah menyerah kalah,
Usahakan hingga dapat istiqamah,
Cari Mawaddah waRahmah
wasSakiinah,
Kita pasti akan berjaya,
Khalifah juga jadinya kita.

Hamba berkata mengingati diri,
tiadalah hamba membangga diri,
Hamba terasa masih rapuh,
kalian mungkin lebih ampuh,
jangan ampuh bertukar angkuh!
rapuh pula perlu perkukuh!

Hamba sedar seloka ini,
Pasti ramai juga bantahi,
di mana akhirnya kita ini,
bila ADA dirempuh-rempuhi,
bila TIADA dipohon-pohoni.

Tentunya ada yang pandai berkata,
Bilangan ramai di majlis kita,
Semakin bertambah setiap masa,
Bukankah ini penyatuan nyata?

Kenapa memandang mudah sekali?
Bilangan ramai semuakah memahami?
Jika benar kenapa terjadi?
Bertambah ramai, bertambah yang lari!

Bacalah semula seloka ini,
walau pahit berkali ulangi,
semoga menjadi penawar hati,
semoga semuanya bangkit kembali.

Namun kita tidak berjanji,
Masa depan yang belum pasti,
Jika dituruti seloka ini,
Semua masalah dapatkah diatasi?

Tetapi sejarah bagaikan tahu,
walaupun semangat tidaklah padu,
Jika jemaah BENAR BERSATU!
kekuatan pasti berada di bahu!

Yang rahsia kan jadi nyata,
Yang lemah akan berbisa,
Usahalah terus sabar menanti,
Kemenangan akan menjengah nanti!

Mari bersama kita lalui,
Merasai keagungan kembara ini,
walaupun masih JAUH destinasi,
berjalanlah kita TANPA henti…


Webmaster PGSSAJKM
Jumaat, 18 Ramadan bersamaan 21
Oktober, 2005