Jumaat, 18 Mac 2011

TANDA-TANDA KIAMAT




Setiap kejadian makhluk Allah pasti akan menempoh proses perubahan sehinggalah bila sampai tempohnya, semuanya akan lenyap @musnah akhirnya, samada melalui Kiamat Kecil (mati) @ Kiamat Besar, sbb.makhluk ini tidak kekal sifatnya. Azab dan nikmat hidup selesa di dunia ini tidaklah sehebat lagi kekal berbanding hidup di akhirat nanti. Batas di antara dunia dengan Akhirat ialah alam kubur atau alam barzakh. Di sana ditahan buat sementara waktu. Di sana juga ada kesusahan dan ada kesenangan macam di dunia juga. Dunia ini yang fana ini juga diumpamakan sebagai pentas lakonan dan dipenuhi dengan tipuan belaka.

“Ketahuilah, bahawa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan (alat) berbangga-bangga di antara kamu, bermegah dan berbangga dalam hal banyak harta dan anak keturunan. Laksana hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, lalu tanaman itu mengering, dan tampak olehmu warnanya menguning, kemudian jadi rosak. Dan di akhirat (nanti) ada adzab pedih, serta ampunan dari Allah dan ridha-Nya. Kehidupan dunia tiada lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadîd [57]: 20)

“Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini dibandingkan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit”(At-taubah : 38) 

Tidak ada manusia yang dapat menolak bahawa hidup di dunia ini adalah sementara waktu. Namun demikian, oleh kerana manusia itu hidup di dunia lebih dahulu yaitu hidup di negara yang dekat dan murah ini, mereka berhadapan dan merasa dengan nikmat dan azabnya lebih dahulu sebelum nikmat dan azab Akhirat, manusia terpesona hidup di sini. Mereka terlalai, terlupa kehidupan di sana, yaitu negara Akhirat. Oleh yang demikian ini mereka bersungguh-sungguhlah mengejar nikmat dunia dan mengelak azab di dunia ini. Diperahlah otaknya, tenaganya pagi dan petang, siang dan malam, dengan tidak jemu-jemu walau susah tapi dapat dihadapi kesusahan itu. Walau menderita dari berbagai-bagai ujian yang dihadapi tapi manusia sanggup berhadapan dengannya. Adakalanya ingin mengejar keuntungan, rugi yang dapat, inginkan kesenangan, susah yang dapat. Kebahagiaan yang dikejar, penderitaan yang datang. Kebaikan yang diburu, kemalangan yang dijumpai. Namum manusia tidak jemu-jemu, tidak rasa kecewa dan tidak putus asa, gunakan tenaga yang ada itu buru lagi dunia. Hingga ruangan untuk Akhirat tidak ada sama sekali atau tenaga yang sedikit-sedikit yang tinggal. Itulah untuk Akhirat, itu pun mudah jemu, terasa payah, rasa susah, rasa membeban, terasa terhina, terasa malu membuatnya. WALLAHUA'LAM.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan